Apakah ada batasan untuk konten NSFW?

Diperbarui pada2020-09-19 18:35

Admin Trakteer

Diterbitkan pada - 2019-10-24 17:32

Trakteer percaya pada kebabasan bagi konten kreator untuk menghasilkan konten yang diinginkan dan para penikmat karya untuk dinikmati. Namun Trakteer dalam hal ini harus menjadi tempat yang aman bagi semua pengguna dan tidak diperkenankan untuk menjadi tempat untuk konten yang berkaitan dengan kekerasan, konten dewasa dan pornografi, kebencian, ataupun konten ilegal.

 

Tentang NSFW

NSFW adalah singkatan untuk Not Suitable/Safe For Work yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah Tidak Aman/ Pantas Saat Bekerja. Terkait hal tersebut Trakteer mengikuti regulasi dan Undang-Undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terkait hal-hal tersebut dijelaskan pada poin-poin di bawah ini:

1. Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. 

2. Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat: a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; b. kekerasan seksual; c. masturbasi atau onani; d. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; e. alat kelamin; atau f. pornografi anak. 

3. Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang: menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; menyajikan secara eksplisit alat kelamin; mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual; atau menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual.

Lebih lanjut bisa dipelajari pada link berikut (http://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/UU_2008_44.pdf).

 

Mitra Payment Processor
Trakteer berusaha menjadi platform yang dapat membantu konten kreator untuk dapat mandiri atas karya yang mereka buat dan menjadi wadah memberikan konten positif bagi pengguna.

Tanpa bantuan layanan penyedia pembayaran (Payment Processor), dalam hal ini Midtrans dan Xendit, tujuan tersebut tidak tidak dapat kita capai.

Trakteer bekerjasama dengan Midtrans dan Xendit sebagai payment processor pada platform yang berjalan saat ini. Karenanya, konten kreator selain harus mematuhi peraturan yang berlaku di Trakteer, konten kreator juga harus mematuhi peraturan yang diberlakukan oleh Midtrans dan Xendit. Trakteer perlu mengambil tindakan untuk menghapus konten dan membatasi pengguna dari menggunakan platform jika mereka melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh mitra pembayaran kami.

 

Konten Dewasa dan Pornografi
Untuk alasan di atas, Trakteer tidak dapat digunakan sebagai tempat untuk konten menjual ataupun menampilkan konten yang secara eksplisit yang berkaitan dengan seksual atau bertema dewasa. Ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada:

1. Pornografi, ketelanjangan, penggambaran pemerkosaan, inses, bestialitas dan konten dewasa atau cabul lainnya termasuk tersirat, disarankan atau disensor dalam bentuk apa pun seperti:
- Gambar
- Video atau gamber bergerak
- Tautan (link) ke/dari situs eksternal atau konten yang mengandung materi tersebut
- Tulisan
2. Layanan seksual seperti pelacuran dalam video call, chat, ataupun bentuk lainnya.

 

Sensor pada Konten Dewasa
Konten dewasa tetap dilarang walaupun bagian tubuh tertentu telah disensor oleh kreator. Hal ini termasuk:
1. Menyensor konten dewasa dengan emoji, ilustrasi, blur, atau metode lainnya;
2. Menutupi ketelanjangan dengan bagian tubuh atau benda;
3. Menawarkan versi konten tanpa sensor kepada pelanggan secara langsung pada halaman Trakteer ataupun melalui link external pada pihak ketiga.

 

Batasan Konten

1. Full nudity, atau menampilkan tubuh tanpa busana sama sekali dilarang.
2. Partial nudity, atau menampilkan sebagian tubuh juga dilarang, dibatasi dengan dilarangnya menunjukkan area tubuh yang tidak tertutup dengan standar pakaian sport/olah raga. 
3. Menunjukkan pose atau posisi tubuh yang dinilai mendekati ke arah kegiatan seksual. Contoh: "menungging" (membungkuk dengan kepala ke bawah dan pantat terangkat ke atas), "mengangkang" (membuka lebar pangkal paha), dan lain-lain. Terkecuali untuk kepentingan edukasi seperti yoga, senam, dan sebagainya.
4. Mengekspos dengan posisi jarak dekat (zoom) terhadap bagian tubuh daerah payudara, bokong dan alat vital.

 

Tidak menemukan jawaban?

Mencari artikel yang spesifik dari pertanyaan-pertanyaan umum? Cukup telusuri dari berbagai topik dan kategori yang relevan. Gunakan fitur pencarian untuk mempermudah penelusuran.

Hubungi Kami